Selasa, 22 Maret 2011

Konsep Pengetahuan

2.1. Konsep Pengetahuan
2.1.1. Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni indera penglihatan, penciuman, pendengaran, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2003).
2.1.2. Tingkat Pengetahuan
Menurut Benyamin Bloom (1908) pengetahuan mempunyai 6 tingkatan yaitu :
1. Tahu ( know/ C1 )
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari. Oleh karena itu “tahu” merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang di pelajari antara lain : menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya.
2. Memahami ( Comprehension/ C2 )
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang dikeahui dan dapat menginterpretasikam materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap obyek yang dipelajari
3. Aplikasi ( Aplication/C3 )
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil ( sebenarnya ). Aplikasi disini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam konsep atau situasi yang lain. Misalnya dapat menggunakan rumus srumus statistic dalam perhitungan, hasil peneltian dapat menggunakan prinsip siklus pemecahan masalah ( problem solving cycle) didalam pemecahan masalah kesehatan dari kasus y ang diberikan.
4. Analisis ( Analysis/C4 )
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam dilihat dari penggunaan kata kerja dalam komponen-komponen tapi masih didalam suatu organisasi tersbut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisi ini dapat menggambarkan (membuat bagian, membedakan,memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.
5. Sintesis ( Synthesis/C5 )
Sintesis merupakan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menhubungkan bagia-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.
6. Evaluasi ( Evaluation/C6 )
Evaluasi ini berkaitan dengan suatu kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penelitian terhadap suatu materi atau obyek. Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu criteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan criteria-kriteria yang telah ada (Benyamin dikutip Notoatmodjo, 2003)
2.1.3. Sumber Pengetahuan Manusia
1. Tradisi
Banyak orang menggnggap bahwa suatu suatu tradisi pasti benar walaupun kadang tidak bedasar pemikiran ilmiah. Ini adalah kebiasaan yang ada dalam masyarakat nenek moyang mereka dan di jadikan rujukan secara terus menerus sampai sekarang. Tradisi bisa benar, tetapi bisa juga salah.karena kesimpulan menurut tradisi tidak dapat dari kajian ilmiah.
2. Autoritas
Otoritas dari pengusaha sering dijadikan patokan dalam membuat sebuah kesimpulan. Kita akan menemukan contoh bahwa zaman penjajahan ketika seseorang yang menderita sakit mendapatkan pengobatan dengan cara meneteskan urine ke matanya. Mengapa hal ini terjadi?saat itu suara penguasa di anggap sebagai symbol kebenaran yang harus diikuti oleh seluruh rakyat walaupun tanpa dilakukan pengukuran dan pengamatan yang mendalam.
3. Role model
Seorang tokoh masyarakat atau orang yang di anggap lebih tahu, mendorong masyarakat mengikuti model tersebut tanpa pikir dua kali. Apa yang dilakukan oleh tokoh tersebut serentak di ikuti oleh masyarakat. Akan tetapi ketika ada bukti bahwa perilakunya tersebut tidak benar, secara berangsur perilaku ini akan ditinggalkan.

4. Ilmu
Pengetahuan yang berdasarkan fakta-fakta baik natural maupun social, yang berlaku umum dan sistematis yang kita dapatkan disekitar kita. Ilmu dikatakan sistematis karena mengikuti aturan atau prosedur ketat untuk memperoleh kebenaran atau bebas kekhilafan atau kesalahan
5. Reasoning ( Berbagai alasan)
Kita sering menyelesaikan suatu masalah berdasarkan proses pemikiran yang logis. Pemikiran ini merupakan komponen yang penting dalam pendekatan ilmiah, akan tetapi alasan yang sangat terbatas arena validitas alasan yang deduktif tergantung dari informasi dimana seseorang memulai dan alasan tersebut mungkin tidak efisien untuk mengevaluasi akurasi permasalahan (Wasis, 2008)
2.1.4. Cara Pengukuran Pengetahuan
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitin atau responden ke dalam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat disesuaikan dengan tingkat pengetahuan (Benyamin dikutip Notoatmodjo, 2003)
2.1.5. Kriteria Tingkat Pengetahuan
Menurut Nursalam (2003) pengetahuan seseorang dapat diketahui dengan dipresentasikan tetapi berupa prosentase lalu ditafsirkan melalui kalimat yang bersifat kualitatif yaitu :
1. Baik : 76 % - 100 %
2. Cukup : 56 % - 75 %
3. Kurang: < 56 %

2.1.6. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2003) faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan ada 2 faktor yaitu internal dan eksternal yaitu :
1. Faktor internal
1). Umur
Singgih D.Gunarso (1990) mengemukakan bahwa makin tua umur seseorang maka proses perkembangan mentalnya bertambah baik, akan tetapi pada umur tertentu bertambahnya proses perkembangan mental ini tadak secepat seperti ketika berumur belasan tahun
2). Intelegensi
Diartikan sebagai suatu kemampuan untuk belajar dan berfikir abstrak guna menyesuaikan diri secara mental dalam situasi baru. Intelegensi bagi seseorang merupakan salah satu model untuk berfikir dan mengolah berbagai informasi secara terarah sehingga ia mampu menguasai lingkungan.
3). Pendidikan
Menurut Notoatmodjo (2003) pendidikan adalah suatu kegiatan atau proses pembelajaran untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tertentu sehingga sasaran pendidikan itu dapat berdiri sendiri.
4). Bakat pembawaan
Bakat sangat berpengaruh dalam tingkah laku karena merupakan interaksi dari faktor keturunan dan lingkungan.
5). Motivasi
Motifasi dapat diartikan sebagai kecenderungan atau keinginan yang tinggi terhadap sesuatu. Motivasi merupakan kekuatan dari dalam dan dampak dari luar sebagai gerak – gerik dalam menjalankan fungsinya. Motivasi berhubungan dengan erat dengan pikiran dan perasaan (Saifudin, 2008).
6). Sifat kepribadian
Tingkah laku individu bersifat unit sesuai kepribadian yang dimiliki karena dapat dipengaruhi oleh aspek kepribadian seperti pengalaman hidup, perubahan usia, watak, temperamen system nilai serta kepercayaan.
2. Faktor eksternal
1). Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan – keputusan yang akan datang ( Gordon B Davis, 2005). Menurut George Terry (2005) informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. Informasi adalah hasilpengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan ( Arikunto, 2006).
2). Lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang. Lingkungan merupakan pengaruh sosial terutama bagi seseorang dimana seseorang dapat mempelajari hal – hal yang baik dan yang buruk tergantung pada sifat kelompoknya ( Ann Mariner (1986) dalam Nursalam dan Siti Pariani (2001).

3). Sosial budaya
Sosial budaya mempengaruhi pada pengetahuan seseorang meperoleh suatu kebudayaan dalam hubungannya dengan orang lain karena hubungan ini seseorang mengalami proses belajar dan memperoleh suatu pengetahuan
4). Media massa
Yang disebut media massa ini adalah televisi, radio, majalah, surat kabar/ film dan sebagainya. Media massa dapat menjadi menjadi media sosialisasi. Melalui media massa seseorang bisa menerima nilai, norma, sikap dan pola perilaku yang kemudian dia bisa menerimanya.
5). Agama
Agama menjadikan orang bertambah pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan spiritual
6). Pekerjaan
Pekerjaan merupakan suatu jalan untuk memenuhi kebutuhan. Pekerjaan bukan sumber kesenangan, tetapi lebih banyak merupakan cara mencari nafkah yang membosankan, berulang dan banyak tantangan. Bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu bekerja bagi ibu akan mempunyai pengaruh terhadap informasi dan pengetahuan tentang kesehatan.
7). Pengalaman
Pengalaman merupakan sumber pengetahuan atau suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang telah diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar